jump to navigation

Ringkasan Kultum Ba’da Isya : Mencari Pahala Yang Kebablasan September 21, 2007

Posted by Maskur in Tausyiah.
trackback

Ringkasan Kultum Ba’da Isya Rohis Para Group

Waktu : Rabu, 19 September 2007

Dalam bulan Ramadhan ini banyak orang mencari pahala, dalam mencari pahala ter sebut banyak yang kebablasan, yaitu dengan hanya mengejar kuantitas dibanding kualitas.

Sebagai contoh misalnya :

1. Shalat Tarawih 20 Rakaat, tapi selesai dalam 30 menit , bacaannya cepat dan yang jelas shalatnya jauh dari tumakninah

2. Orang berlomba – lomba membaca Al-Quran sebanyak-banyaknya dengan target membaca sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikakan makhraj, panjang pendeknya, juga wakaf dll, karena berpedoman membaca 1 huruf saja berpahala besar, jadi kalo 100 rubu huruf pahalanya 100 kali lebih banyak

Yang lebih penting dalam beribadah adalah kualitasnya, misalnya kita shalat tahajjud cuma 2 rakaat, dlam pelaksanaanya khusyuk, tumakninah dan berimas pada perbuatan di luar shalat, maka akan lebih baik daripada shalat tahajjud 12 rakaat namun seperti dikejar-kejar target

About these ads

Comments»

1. naf'an - October 8, 2007

kualitas beragama masyarakat Indonesia masih jauh dari harapan agama. karena menurut agama ada syarat amal diterima :
1. Ihlas
2. memiliki contoh dari Rasulullah tidak bid’ah
3. cara pelaksanaannya meniru cara rasulullah.
banyak amal yang dilakukan oleh masyarakat jauh dari tiga kriteria tersebut. orang mau membaca al Qur’an kalau dimasukkan dalam loud speaker, selain tidak ihlas juga menggangu masyarakat bahkan banyak beribadah yang tidak dicontokan rasuluyllah seperti sholat taroweh. nabi saja 11 rokaat lho kita kok merasa kurang sehingga 23 rokaat dan tidak khusuk lagi
oleh karenanya saya sarankan ikuti saja contoh Nabi dalam beribadah insyaAllah anda akan selamat

2. andi - August 26, 2008

jaaah…namanya juga manusia…kadar iman kan emang beda2…ada yang cukup dengan capai target atau kejar setoran ada pula yang merasa bahwa ibadah itu kebutuhan…nah tinggal pilih …kan surga juga macam2…tergantung juga amalan yang mereka miliki kan…

3. syarif hidayatullah - August 26, 2008

antum pakenya setengah setengah sih.diarab sendiri 20 rakaat,berarti diarab tidak mencontoh rosul dong.yang jelas pakaian kita boleh berbeda beda.yang penting menutup aurat.tidak baik saling menyalahkan.apalagi ini perkara sunah.yang namanya sunah dipake dapet pahala ditinggalkan td papa

4. biel_z - September 3, 2008

kalau menurut saya sih…
sebenarnya mau sholat tarawih yang berapa 20 rokaat maupun yang 8 rakaat gag masalah. Yang penting dalam melaksanakannya itu kita harus khusyuk dan tuma’ninah, yang sholat 20 rakaat tidak usah tergesa-gesa begitu pula sebaliknya yang 8 rakaat.Dan memang, nabi SAW dalm melaksanakan sholat tarawih hanya 8 rakaat saja, namun ketika ada sahabat nabi yang melaksanakan sholat tarawih 20 rakaat, Nabi tidak menegurnya sebagai sebuah kesalahan melainkan mendiiamkannya.itu berarti sholat tarawih baik 20 rakaat maupun yang 8 rakaat gag masalah yang penting ya……. kekhusyukannya dan ketuma’ninahannya.Tul gag?……

5. orgawam - September 4, 2008

sampai kapan orang berhenti sibuk melihat amal orang lain, dan kembali melihat kekurangan diri.

Berhentilah meremehkan amal orang lain. Boleh jadi .. apa yg engkau remehkan itu jauh lebih baik dari dirimu.

6. orgawam - September 4, 2008

Ketika anda shalat wajib 4 rakaat .. berapa menitkah? 5 menit sangat-sangat cukup beserta tuma’ninahnya. Maka kalau ada orang tarawih 20 rakaat (4×5) dengan 30 menit, itu wajar. Maka kenapa pula anda katakan … “shalatnya jauh dari tumakninah”.

Menurut saya, shalat tahajjud 12 rakaat secara sederhana (kusyu’ tuma’ninah secukupnya) jauh lebih baik daripada … shalat tahajjud 2 rakaat yg dalam pelaksanaanya khusyuk, tumakninah .. namun disertai imbas rasa congkak di luar shalatnya … “shalatku lebih baik dari shalat mereka”.

7. gunung limo - September 5, 2008

apkah sayyidina umar bin khotob lebihbodoh dari syech2 antum.bukankah sayyidina umar bin khotob yang pertama kali melaksanakan solat taroweh 23 rokaat.yang dinamakan tuma’ninah itu kalau imamnya gak baca doa rukuk maupun sujud.bukankah sujud/rukuk itu cuma sunah hukumnya. yang mana yang dinamakan gak tuma’ninah yaa.apakah antum ngerti solatnya rosululloh berdirnya berapa menit,rukuknya berapa menit,sujudnya berapa menit.

iskandar - August 2, 2009

kita sama-sama tau taraweh 23 dengan tumanunah itu kan lebih bagus dan hal itu suda menjadi sunah rasull yang perlu kita tiru.

8. Aziz Purwanto - September 6, 2008

Menurut Ana, emang dalam beribadah pertama ya harus berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah, lalu dikerjakan hanya untuk mendapat Ridlo Allah, Insya Alloh Deh, jika hal ini yang dilakukan kita akan tenang dalam meniti hidup yang hanya sebentar.
Adapun dalam hal Sholat, karena Sholat yang dilakukan oleh Seorang Muslim merupakan amalan yang pertama akan dihisab, dan jika sholat kita baek, maka seluruh amalan yang lain dianggap baek, maka sebaiknya dalam hal sholat yang perlu diperhatikan adalah harus sesuai dengan yang dicontohkan oleh Nabi kita Muhammad saw, itu saja yang harus kita yakini kebenarannya … ” sholatlah seperti apa yang aku kerjakan ” …

9. maskurmambang - September 7, 2008

Untuk akhi semuanya , pertama tama saya mengucapka terimakasih atas semua komentarnya. Tulisan ini saya buat agar apa yang saya dengar, masih bisa saya ingat di kemudian hari.

tulisan dia atas penekannnya lebih ke masalah “kejar targetnya” bukan jumlah rokaatnya
jadi yang dimaksud kebablasan yaitu shalatnya yang sangat cepat, miasalnya bacaan rukuk yang dibaca 3 kali , waktunya cuma setengah saja. saya kurang tahu apakah imam shalatnya tumakninah dengan waktu yang sebegitu pendeknya.
mungkin akhi semua belum pernah mangalaminya sendiri.
ana pernah suatu hari shalat di masjid (mushala) di suatu desa, dan mengalami hal tersebut
jadi waktu shalat isya, waktu bacaab shalatnya masih normal, namun begitu masuk shalat tarawih, bacaan shalatnya berubah jadi cepat, begitu pula waktu rukuk, sujud, tahiyat, juga cepat sekali
setelah itu diantara shalat tarawih dan witir ada doa yang dibaca imam, dan makmum menjawab dengan amin, amin, amin…tanapa putus, paddahal doanya sendiri kurang leas terdengar saking cepatnya dalam membaca.
kadang kala bacaan amien yang tanpa putus tersebut menjadi mainan, terutama oleh anak-anak kecil yang ikut berjamaah
kurang elbih begitulah penjelasannnya.
jadi ada baiknya memandang sesuatu dengan lebih bijaksana
karena islam adalah agama yang bujaksana

10. maskurmambang - September 7, 2008

Mungkin hal tersebut diatas sesuai dengan kisah berikut ini:
Abu Abdillah Al Asy’ari t berkata: “(suatu ketika) Rasulullah r shalat bersama shahabatnya, kemudian beliau duduk bersama sekelompok dari mereka. Tiba-tiba seorang laki-laki masuk masjid dan berdiri menunaikan shalat. Orang itu ruku’ lalu sujud dengan cara mematuk [4], maka Rasulullah r barsabda:

(( أَتَرَوْنَ هَذَا؟ مَنْ مَاتَ عَلَى هَذَا مَاتَ عَلىَ غَيْرِ مِلَّةِ مُحَمَّدٍ، يَنْقُرُ صَلاَتَهُ كَمَا يَنْقُرُ الْغُرَابُ الدَّمَ، إِنَّمَا مَثَلُ الَّذِيْ يَرْكَعُ وَيَنْقُرُ فِيْ سُجُوْدِهِ كَالْجَائِعِ لاَ يَأْكُلُ إِلاَّ التَّمْرَةَ وَالتَّمْرَتَيْنِ فَمَاذَا يُغْنِيَانِ عَنْهُ ))

“Apakah kalian menyaksikan orang ini?, barang siapa meninggal dunia dalam keadaan seperti ini (shalatnya), maka dia meninggal dalam keadaan di luar agama Muhammad. Ia mematuk dalam shalatnya sebagaimana burung gagak mematuk darah. Sesungguhnya perumpamaan orang yang shalat dan mematuk dalam sujudnya bagaikan orang lapar yang tidak makan kecuali sebutir atau dua butir kurma, bagaimana ia bisa merasa cukup (kenyang) dengannya”. [5]

11. M. Umar - September 8, 2008

Hal2 demikian tidak jadi masalah dan itu tidak salah kartena Nabi Muhammad SAW juga melakukannya baik yang 8 rakaat atau yang 20 rakaat itu benar semua dan tidak salah. Yang paling penting dalam melksanakan ibadah itu harus Khusuk, niat karena Alloh bukan karena yang lain. jadi yang salah itu yang gag sholat dan gag ngaji.
Wassalam. selamat menunaikan ibadah puasa di bulan suci Ramadhondon 1429 H dengan niat karena Alloh, semoga segala mal ibadah kita akan diterima Alloh YMK Aminn Ya Robbal Alamin.

12. orgawam - September 8, 2008

“……… kadang kala bacaan amien yang tanpa putus tersebut menjadi mainan, terutama oleh anak-anak kecil yang ikut berjamaah……..”

Inilah realita hidup, realita masyarakat. Memang demikianlah anak2. Anda tak tahu betapa berat mengakomodasi jamaah yg banyak dan heterogen, dewasa, kakek nenek, remaja, termasuk anak2.

Kalau jamaah tarawih seperti harapan anda … luaaammaaa, peelaaaan di masyarakat yg heterogen, jamaah sebagian besar pasti akan larii. Anda mungkin hanya akan bilang, “.. dasar pengejar target dhoang”.

Bung … saya lebih menghargai jamaah yg banyak remaja, ABG, dan anak-anaknya dari pada jamaah yg katanya kusyu’ luaamaaa, namun sepi dari anak-anak.

Maaf kl tak berkenan.

13. Kian Anggara - September 15, 2008

Sholat Taroweh baik yang 8 / 20 rakaat dicontohkan rasul. 8 di masjid dan rakaat selanjutnya di rumah. Rasul sendiri mencontohkan sholat taroweh berjamaah hanya tiga kali. Jadi rasul tidak mencontohkan sholat taroweh sebulan penuh dalam bulan ramadhan. Ini karena ketakutan Rasul bila sholat sunah taroweh akan dijadikan wajib kepada umatnya. Orang yang paling tahu tentang ibadah rasul baik quantitas dan kualitasnya adalan sahabat terutama 4 sahabat (Abubakar,Umar,Utsman,Ali) yang sudah dijamin kebenarannya sendiri oleh rasul. Dalam agama adalah mengikuti. Jadi ikutilah Alqur’an dan hadist. Yang paling tahu Alqur’an dan hadist setelah rasul adalah sahabat. Jadi jangan sekali-kali menyalakan sahabat (kulafaurasydin) terhadap apa yang telah diputuskan tentang tatacara peribadatan, karena yang menyalahkan sahabat (4) berarti menyalahkan rasul dan berarti pula mengingkari akan kebenaran agama islam itu sendiri.

Inti dari permasalahan yang dilemparkan oleh moderator bahwa sholat yang tergesa-gesa dari kekhusyukan. Itu memang benar tapi belum tentu semuanya. Bagi imam yang telah memiliki ilmu, sholat dengan cepat mungkin masih bisa khusyuk. bagi makmum tidak. perlu diingatkan bahwa dalam sholat berjamaah yang bertanggung jawab penuh adalah imam. dan jika di dalam sholat berjamaah tersebut ada 1 diantara jamaah yang sholatnya khusyuk maka semuanya akan dapat pahala yang sama. (itulah keutamaan sholat berjamaah). sebenarnya sebagai makmum sholat sunah taroweh tak perlu pusing mikirin sholat pelan/cepat tapi gimana berusaha supaya khusyuk. bila kita udah tahu hukum dan tatacara sholat sunah. maka dg sholat cepat kita tak akan masalah dan masih bisa sholat secara khuyuk. Bukankah dalam sholat sunnah kita hanya mendengarkan bacaan surat setelah al fateha? dan boleh meninggalkan bacaan2 yang sunnah. misal tasyahud akhir?.

14. ulum - September 18, 2008

Alloh SWT adalah tujuanku …………
Rosul adalah idolaku ……..
Jihad adalah jalanku ……….
Al Quran dan Sunah adalah peganganku ……….
Saling menghargai adalah idamanku………
Kedaimaian adalah kerinduanku………
Persatuan dalam perbedaan adalah cita-citaku………..
Kemenangan, kejayaan, kemulyaan Islam & Muslimin adalah targetku …..
Syetan adalah musuh utamaku
Musyrikun, kafirun, munafikun, yahudi nasrani adalah teman syetan musuhku
…………………………………..
BERHENTILAH BERTENGKAR
BERHENTILAH berdebat
BERHENTILAH saling menyalahkan
BERHENTILAH merasa paling benar
BERHENTILAH menghina, merendahkan ulama, ustad, guru kelompok lain
BERHENTILAH menguras energi yang tak berguna ini
……………………………………
Semua ini karena kedangkalan ilmu kita.
Semua ini karena tipu daya setan
Semua ini karena tipu daya musuh islam
……………………………………..
MARILAH BERSATU
MARILAH MENGAJI belajar sampe mati
MARILAH kita songsong fajar kemenangan
MARILAH kita siapkan mental dan AURA kemenangan
MARILAH berjihad demi kemenangan
………………………………………
JAYALAH ISLAM WAL MUSLIMIN
FID DUNNYA WAL AKHIROH
……………..Af1…….
Semoga Amal kita selama romadhon di terima Alloh SWT

15. abah - September 18, 2008

Esensi dari di terimanya ibadah adalah ikhlas & sesuai syariat, tapi ikhlas bukan syarat / syahnya ibadah. yang tau ikhlas atau tidaknya ibadah seseorang adalah hanya manusia itu sendiri dan allah. kita hanya berusaha sekuat tenaga memaksimalkan kemampuan untuk terus memperbaiki hati dan menambah nuansya pemahaman syariat secara shohih dan menyeluruh.
Berapa menitkah dalam sekali sholat kita bisa khusu ….? berapa kali ibadah kita karena semata-mata ingin dipuja orang ? sudahkah kita ikhlas dalam setiap gerak-gerik hidup ini ….? kalo belum…berdo’lah agar allah meng’ampuni dan berharaplah allah menerima amal ibadah kita, dan mari terus belajar ikhlas. apakah menghina, menggunjing, menjelekan termasuk ikhlas …?
Saudaraku, kalo ibadahnya orang awam wajib sesuai syariat padahal ilmu tentang syariat itu belum sampe kepada yang awan itu pasti ibadah bertahun-tahun di tolak karena mereka jauh dari ilmu.
Apakah islam seperti itu…………?

Saudaraku sekalian, allah mengingatkan orang yang sering jadi juri itu belum tentu lebih baik, ” Yaa ayuhal ladina layashor kaumun min kaumin atsa ayakuna khoiro minhum “. yang suka memandang diri lebih baik dan orang lain salah bahkan sesat. Boleh jadi itu adalah gambaran yang allah tunjukan untuk mengilustrasikan kebodohan dan kedangkalan ilmu. dan kesombongan diri.
hati – hatilah

wawllahu a’lam bisowaf

16. Anas - September 19, 2008

Aassalamualaikum akhi orgawam

” Bung … saya lebih menghargai jamaah yg banyak remaja, ABG, dan anak-anaknya dari pada jamaah yg katanya kusyu’ luaamaaa, namun sepi dari anak-anak. ”

berarti anda mengorbankan nilai ibadah demi kuantitas jamaah (astaghfirullahul’azhim…). ketika anda shalat anda tidak sedang kampanye saudaraku anda tidak diwajibkan oleh Allah untuk memperoleh jamaah yang banyak. Ketika anda shalat anda sedang menghadap sang Khalik saudaraku, shalat bukanlah fardhu kifayah, shalat itu fardhu ‘ain saudaraku.
Anda jangan takut ditinggalkan jamaah hanya karena anda berbuat benar. Bukan berarti shalat khusyuk itu adalah shalat yang lama dan bukan pula yang buru2. shalat itu ada aturan mainnya dari Allah dan anda tidak berhak merubahnya saudaraku. sesungguhnya saya menulis ini karena saya cinta kepada anda sebagai sesama muslim yang mana saya berkewajiban mengingatkan anda. On Behalf Of Allah SWT I Love You Bro….

Kepada semua saudaraku yang seiman
Perbedaan pendapat itu adalah hal yang lumrah, bukakakah Allah berfirman didalam Alquran bahwa manusia itu diciptakan berbeda2 agar saling mengenal bukan untuk bercerai berai. Jadi bila ada perbedaan diantara kita jangan kita tanggapi sebagai sesuatu yang berbahaya. ingatlah saudaraku bahwa ketika kita mendirikan shalat berarti kita sedang berbicara kepada Allah, memuja memuji Allah, dan meminta kepada Allah. shalat tidaklah diukur dari berapa menit atau berapa jam anda mengerjakannya, akan tetapi dari keikhlasan dan kekhusyu’an kita. Yang dimaksud saudara Maskurmambang bukan berarti kita sholatnya harus Peeelaaaan…. dan laaamaa……..akan tetapi beliau mengingatkan kita untuk mendirikan shalat dengan benar (baik rukun dan syarat syah shalat) dan agar dalam shalat kita tidak terburu2, karena sesungguhnya yang terburu2 itu adalah syaithon.
Ingatlah satu hal saudaraku bahwa didalam shalat tersebut kita membaca ayat2 Alquran, yang dimana jika kita merubah mahraj-nya (panjang pendek, tajuwid, pengucapan huruf) maka artinya pun akan berbeda.
Saya rasa fenomena sholat tarawih yang disampaikan saudara maskurmambang akan gampang sekali anda temui di seluruh wilayah Jabodetabek, cobalah sekali2 shalat tarawih di mesjid/mushalla yang berbeda. Marilah kita jalin erat tali ukhuwah islamiah, buang semua ego, emosi dan kesombongan dari dalam diri kita, dan sebagai saudara seiman kita harus senantiasa saling mengingatkan.

17. orgawam - September 19, 2008

Nilai ibadah yg manakah yg ditinggalkan? Apakah kusyu’ sebanding dengan shalat yg lama ? Belum tentu.

Asalnya adalah jamaah yg banyak dan heterogen yg jadi problem. Dan Imam harus mengakomodasi semuanya.

Ketika imam tidak mengakomodasi jamaah remaja, anak2, dll dan hanya mengakomodasi kepada salah satu kelompok yg ingin berlama2, .. maka yg terjadi adalah mesjid sepi. Ini tentu sangat tidak bagus.

Itulah point yg ingin ku sampaikan.

Bukankah baginda Nabi saw sendiri mengajarkan untuk mempercepat shalat ketika berjamaah? Ada yg tua, ada yg sakit, ada yg punya keperluan, dll.

Maaf kl ada salah.

18. orgawam - September 19, 2008

Wa’alaikum salam wrwb saudaraku Anas,

Kita sedang membicarakan shalat jamaah (tarawih), bukan shalat (tarawih) sendirian.

Baginda Nabi saw diriwayatkan shalat lamaaa dan membaca sebagian (qur’an) ketika shalat sunnah sendirian. Bukan dalam jamaah. Dan hadits ttg shalat seperti burung mematuk itu adalah kritikan beliau saw ketika melihat seorang sahabat yg shalat sendirian.

Dan tentang shalat jamaah, Rasulullah justru mengajarkan untuk mempercepatnya. Tentu saja tetap menepati syarat rukunnya. Shalat berjamaah ini punya keistimewaan, karena di dalamnya ada rasa kebersamaan.

Keutamaan/ keistimewaan shalat berjamaah dapat dilihat di berbagai hadits dan kitab.

Wallahu a’lam.

19. nurhasan - September 23, 2008

Sebenarnya bacaan sholat tarawih yang 20 rakaat cukup jelas dalam arti baik bacaan maupun tumakninahnya sudah lengkap

20. maskurmambang - September 23, 2008

Memang banyak yang Shalat Tarawih 20 rakaat dengan bacaan yang bagus serta tumakninah
Ulasan di atas adalah merupakan pengalaman yang dialami oleh narasumber, dan sayapun pernah mengalaminya.
Jadi tidak semua yang 20 rakaat itu akan melakukannya dengan cepat

21. Iyom - September 25, 2008

saya ucapkan selamat kepada sdr maskur mambang yg sdh berani mengatakan kebenaran. biarkan mereka mencemooh dengan argumennya sendiri-sendiri. Tugas kita hanya amar ma’ruf nahi munkar. terserah mereka mau menerima kebenaran atau tidak. Mari kita doakan saudara-saudara kita agar diberi petunjuk oleh Allah dan diampuni dosa-dosanya, amin. teruskan untuk berdakwah demi kebenaran, semoga Allah menyertai mas mambang. Amin

22. sarah nur husna - May 12, 2009

AUUDZUBILLAAHIMINASYSYAITHOONIRROJIIM
- INNAMAL MU’MINUUNA IKHWAH
- YAA AYYUHALLADZINA AAMANUU UDKHULUU FISSILMI KAAFFAH
-

23. zamzam - August 5, 2009

berlomba lomba dalam amal ibadah aja. baik dan buruk biar alloh yang menilai. jangan menghakimi sesorang karena kita pun belum tentu baik, baik menurut kita belum tentu baik menurut alloh. hanya alloh yang berhak memfonisnya.

24. Roy - August 19, 2009

Tumakninah termasuk rukun solat. kalu membaca dengan cepat mana bisa tumakninah dan khususk . kta menghadap kepada Allah, apa lagi yang kita baca adalah sabda Allah kan dengan sopan, jelas dan tartil.

25. Rizqi - August 19, 2009

Tumakninah bagian dari rukun/sarat sahnya suatu sholat, disampiang itu sholat merupakan bukti pengabdian kita kpd Allah swt. kita menghadap kepada pimpinan saja dengan cara yang sopan, penuh tatakrama, kita menghadap Allah tentunya harus lebih penuh tatakram dialog kita juga harus lebih penuh tata krama. Sholat dengan bacaan cepat juga sah. Tapi kita tida hanya cari sahnya lebih dari itu kita juga cari nilai-2 yang terkandung dalam gerakan dan bacaan dalam sholat, sehingga solat kita bermanffat bagi diri kita sendiri juga bagi lingkungan (alam sekitar) Bila kita mau menghayati gerakan dan bacaan Insy. Allah shoalt itu dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar pasti akan terlaksana. otomatas kerusuhan tidak ada, koropsi juga tidak ada. Hidup rukun, damai, sejahtera, bahagia dunia akhirot. Amin.

26. mas arka - August 20, 2009

Mas ustadz mohon maaf sebelumnya, kita ini hanya manusia janganlah mendahului kuasa Allah pahala adalah haqnya Allah, sebagai manusia tidak punya haq menghukumi pahala orang lain baik sedikit atau kebabalasan itu bukan haq kita mas…. serahkan saja kepada Allah, dan mengharapkan ridho dari Allah saja ….Ingat kita sebagai manusia hanya berusaha sebaik-baiknya saja sebab amal kita belum tentu sempurna , sebab baik dimata kita belum tentu baik dimata Allah, harus ikhas dan ridho kepada Allah

27. maskurmambang - August 21, 2009

Terima kasih atas kunjungannya ke blog ini, semoga ttulisan di atas tidak menimbulkan sesuatu yang tidak baik, jika kurang berkenan atau menganggap hal itu tidak sesuai dengan pendapat, jadikanlah suatu contoh. Jika itu adalah contoh yang baik maka bisa sebagai pedoman. Jika itu adalah contoh yang buruk maka jadikanlah rambu utuk tidak menghindarinya

28. iruhiyat - August 28, 2009

puji sykur ke hadirat Allah… kita dipertemukan dengan bulan penuh rahmat dan maghfirah. ikhwah fillah! betapa banyak ibadah yang dapat kita jalankan di bulan suci penuh berkah ini selain TARAWEH dalam sepekan ramadhan kita jalani ini… tapi apakah juga sholat wajib yang 5 waktu itu sudah dilaksanakan secara berjama’ah di masjid? mari kita introspeksi diri masing2! semoga ibadah2 kita diterima oleh Allah Subhanahuwata’ala amin. wslm

29. iQi - August 31, 2009

aslmlkm..

“Dan tentang shalat jamaah, Rasulullah justru mengajarkan untuk mempercepatnya”

tanggapan ana : afwn akhi cb antum cek lg dalil yg brkaitan dgn pernyataan antum ini, kwtr ada yg trlwt..

“Ketika imam tidak mengakomodasi jamaah remaja, anak2, dll dan hanya mengakomodasi kepada salah satu kelompok yg ingin berlama2, .. maka yg terjadi adalah mesjid sepi. Ini tentu sangat tidak bagus.”

tanggapan ana: afwan akhi, tp yg ana tau ibadah bukan bicara akomodasi sbagian kalangan atau smua kalangan.. tp ibadah adalah ritual yg kita lakukan (bnyak bntuknya yg dcontohkan oleh Rasulullah SAW) utk mndptkan ridha Allah semata..jd kita jgn melegitimasikan asumsi kita dalam hal ini.. utk urusan ibadah mulai dr ktentuan wkt, tmpat dan rukun ibadahnya sdh ada aturannya yg brasal dr Raslullah SAW dlm hadist maupun siroh2 yg menceritakan ttg sunnah Beliau.. krn syarat agar amalan ibadah kita & sdr2 kita yg lainnya tdk tertolak yaitu IKHLAS dan ITIBA’ RASUL (prnh dcontohkan oleh Rasul).. jd kl ada sdr kita yg blm tau ya hrs kita ingatkan.. jgn sampai ibadah kita tertolak hny krn kita pny semangat tp tdk tau ilmunya akhi..semuanya sdh ada ktentuannya.. kita tinggal mngikuti sja..
kl mngenai imam harus bs mengakomodasi semua kalangan, dr pndpt antum ini mnrt ana misi membuat msjid pnuh dgn jamaah bahasannya sdh smp pada Bab dakwah, dan alhamdulillah Islam adalah agama yg insya Allah telah mengakomodasi hal ini, itu smua ada dlm Fiqh Dakwah.. krn ilmu ana msh sngat dangkal, silahkan antm cb diskusi dgn para mentor yg lbih pny pangalaman dbnding ana..

oia ana hmpir lupa, hidayah itu MUTLAK URUSAN ALLAH, kita hnya pny pluang utk mnjd PERANTARAnya saja.. ana hny mngingatkan..
afwn jika kurang brkenan..
wassalam..

30. andi_papitob_ari - September 2, 2009

yyyyy daripada ggaa sama sekali om,

31. masykur - September 9, 2009

apa iyaaaaaaaaaaaaaaaa

32. Ahmad - May 10, 2010

Assalamu’alaikum ! ! !
Wahai saudaraku semua,seiman,seagama & seperjuangan !
Saudaraku perbedaan adalah rahmad !perbedaan ad.keindahan dari sang pencipta,ada siang ada malam,ada laki2 ada perempuan.
Yang sholat pakai 23 rakaat baik,yang pakai 11 rakaat juga baik !yang tidak baik ad.kedua duanya tdk dilaksanakan !
mari kita belajar tidak sempit dalam memadang islam ini,kata kunci yang kudu kita pegang ad.islam ini agama rahmatan li’alamin !
jadi tergantung sejaumana daya kemampuan kita didalam menerima dan mengamalkan ajaran kita ini ! okey
Wassalamu,alaikum

33. Mr_Sam - May 29, 2010

Saya yakin orang yang shalatnya cepat dan tergesa-gesa sedang berproses dalam ritualnya dan akan menjadi lebih baik jika dibarengi dengan ilmu dan saya lebih yakin
orang yang shalatnya berusaha tumaninah sedang berproses untuk mencapai tingkat kesempurnaan.

34. pandu - June 26, 2010

Kalau saja, kita mau banyak belajar ilmunya tentang ibadah Rasulullah saw, pasti gak akan ribut terus mana yang lebih baik, yang pasti kualitas dan quantitas harus saling bersamaan, namun harus sesuai dengan tuntunan Rasululah saw, walau para sahabat juga melaksanakan ibadah dan Rasulullah saw mengizinkan, lebih baik mana ikut Rasulullah saw atau hanya sahabat, padahal rasulullah adalah uswatun hasanah kita !?
semoga kita semua mendapat hidayah dari Allah SWT, Aamiin..

35. angga azfananda - February 23, 2012

gunakan waktumu menghafalk alquran jika melihat maksiat sedikitpun pasati hafalan akan hilang

36. setio - July 30, 2012

Menurut Saya untuk apa diperdebatkan masalah jumlah rakaat dalam sholat tarawih, yang bisa menimbang pahala dan menentukan benar dan salah hanya ALLAH SWT semata, jadi berapapun jumlah rakaat sholat tarawih yang saudara2 laksanakan adalah BENAR, dan yang SALAH yang tidak Sholat Tarawih.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,609 other followers

%d bloggers like this: